icon mobile
Home / Proyek / Proyek Terkini

Hydropower Program

Tanggal : 05 September 2019


Hydropower Program merupakan proyek yang memiliki objektif diantaranya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur (Kalimantan, Sulawesi dan Papua) dengan pembangunan PLTA/PLTM di daerah terpencil dan terisolasi dengan menambah porsi pembangkit energi baru dan terbarukan dalam sasaran bauran energi nasional. Program ini merupakan bagian dari rencana 10 tahun PLN yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 dan sudah masuk dalam Program 35 GW

Informasi Proyek

   Lokasi

Indonesia Bagian Tengah dan Timur (Kalimantan, Sulawesi dan Papua)

   Nilai Pinjaman

EUR 294.700.000

  Debitur - Terjamin

PT PLN (Persero)

Pemerintah menyediakan dukungan untuk percepatan pembangunan infrastruktur strategis dalam bentuk penjaminan Pemerintah agar BUMN dapat memiliki akses pembiayaan dengan skema yang relatif ringan (setara dengan sovereign loan) dari Lembaga Keuangan Internasional. Penjamin untuk Proyek ini adalah Republik Indonesia yang dalam Perjanjian Penjaminan diwakili oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Mekanisme pembayaran penjaminan akan mengikuti PMK No. 189 tahun 2015 dan PMK No. 101 Tahun 2018. Cakupan penjaminan adalah kegagalan pemenuhan seluruh kewajiban finansial atau pembayaran kembali dana pinjaman yang diberikan oleh KfW kepada PT PLN sebagaimana diatur dalam Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) atau secara singkat risiko yang dijamin adalah risiko gagal bayar

Sesuai dengan PMK 101/2018, PLN telah menyampaikan dokumen Guarantee Application atau Permohonan Jaminan Pemerintah kepada Menteri Keuangan pada tanggal 14 Desember 2018. Seluruh proses pemberian penjaminan telah dilaksanakan sejak saat itu sesuai dengan ketentuan dalam PMK 101/2018.

Besarnya nilai pinjaman adalah sebesar EUR 294.700.000 dengan tenor 15 tahun dan grace period 5 tahun. Sebagaimana dicantumkan dalam KMK Penugasan DIKTUM KEEMPAT, PT PII menanggung porsi jaminan sebesar cicilan pokok selama 18 (delapan belas) bulan pertama setelah masa tenggang berakhir yang sudah mencakup jaminan atas pembayaran cicilan pokok, beban bunga dan biaya lain dalam Perjanjian Pinjaman Langsung. Nilai tersebut menjadi indikasi besaran jaminan yang akan menjadi tanggung jawab PT PII dengan skema first loss basis.

Kembali