icon mobile
Home / Proyek / Proyek Terkini

Proyek PLTU Jawa Tengah

Tanggal : 09 June 2016


Proyek PLTU Jawa Tengah merupakan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 2 x 1.000 MW berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. PLTU senilai US$ 4 miliar atau lebih dari Rp 40 triliun tersebut akan dibangun oleh konsorsium PT Bimasena Power Indonesia (BPI) dengan skema Build-Operate-Transfer selama masa konsesi 25 tahun. PLTU Jawa Tengah merupakan proyek infrastruktur skema KPBU pertama yang berhasil diwujudkan dengan memperoleh fasilitas penjaminan bersama oleh PT PII dan Pemerintah RI (Kementerian Keuangan) sesuai Perpres 78/2010.

Informasi Proyek

  Lokasi    Kab. Batang - Jawa Tengah
  Nilai Proyek    Rp. 57,199 Miliar
  Penanggung Jawab Proyek Kerjasama    PT PLN (Persero)

 

Sebagaimana ketentuan Pemerintah RI dan mengacu pada PPA (Power Purchase Agreement) sebagai Perjanjian KPBU yang ditandatangani oleh PT PLN (Persero) dan BPI, PT PII telah menandatangani Perjanjian Penjaminan dengan BPI serta Perjanjian Regres dengan PT PLN (Persero) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) pada tanggal 6 Oktober 2011.

Dalam kenyataannya kemudian, terjadi keterlambatan dalam penerbitan beberapa perizinan yang diperlukan, penyelesaian proses AMDAL, serta penuntasan pembebasan lahan untuk proyek. PT PII kemudian secara secara proaktif membentuk Joint Monitoring Committee (JMC) bersama perwakilan dari BPI dan PT PLN (Persero), untuk memantau upaya-upaya penyelesaian masalah-masalah tersebut. Namun, sampai dengan tenggat waktu yang ditentukan, proses Financial Close belum dapat tercapai.

Pada akhirnya, Financial close proyek ini dilaksanakan di Istana Negara pada tanggal 9 Juni 2016 yang disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) selaku Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Menteri Agraria dan Tata Ruang. Proyek ini merupakan langkah pemerintah untuk menyediakan kebutuhan listrik yang dibutuhkan masyarakat.

Sebagai informasi, PLTU Batang 2x1.000 megawatt (MW) mendapatkan kucuran dana dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan beberapa sindikasi perbankan komersial internasional kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku Badan Usaha. Dengan tercapainya Financial Close ini maka proyek PLTU ini dapat segera melanjutkan pembangunan untuk mencapat target penyelesaian.

Kembali