icon mobile
Home / Berita & Publikasi / Siaran Pers

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Proyek KPBU 4 Ruas Jalan Tol

22 February 2017


Penandatanganan Perjanjian Penjaminan untuk empat proyek jalan tol berskema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) yaitu Cisumdawu, Serang – Panimbang, Jakarta - Cikampek II Elevated dan Krian – Legundi – Bunder - Manyar, yaitu Perjanjian Penjaminan Pemerintah antara Kementerian Keuangan dan Badan Usaha Jalan Tol serta Perjanjian Penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PT PII) dengan Badan Usaha Jalan Tol. Hal tersebut dilanjutkan dengan Perjanjian Regres untuk keempat ruas tol antara PT PII dengan Kementerian PUPR dan juga Nota Kesepahaman antara Menteri Keuangan dengan Menteri PUPR terkait penjaminan dalam proyek KPBU jalan tol.

Pemerintah melakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) 3 ruas jalan tol senilai Rp 27 triliun. Ketiga ruas tol yang diteken adalah Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Jawa Barat, Serang-Panimbang Banten, serta Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Sumatera Utara.

PPJT ditandatangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dengan Badan Usaha Pemenang Lelang. Ketiga ruas ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tercantum dalam Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016. Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan,  Menteri PUPR dan Jaksa Agung.

Sebagai informasi, jalan tol Cisumdawu memiliki panjang 60 Km dengan nilai investasi  Rp. 8,2 triliun. Sedangkan nilai investasi untuk Serang-Panimbang (84 Km) dan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Tebing Tinggi (143 Km) masing-masing sebesar Rp. 5,3 triliun dan Rp. 13,4 triliun.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Penjaminan untuk empat proyek jalan tol berskema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) yaitu Cisumdawu, Serang – Panimbang, Jakarta - Cikampek II Elevated dan Krian – Legundi – Bunder - Manyar, yaitu Perjanjian Penjaminan Pemerintah antara Kementerian Keuangan dan Badan Usaha Jalan Tol serta Perjanjian Penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PT PII) dengan Badan Usaha Jalan Tol. Hal tersebut dilanjutkan dengan Perjanjian Regres untuk keempat ruas tol antara PT PII dengan Kementerian PUPR dan juga Nota Kesepahaman antara Menteri Keuangan dengan Menteri PUPR terkait penjaminan dalam proyek KPBU jalan tol.

Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated memiliki panjang 36 km dengan nilai investasi sebesar Rp.14.8 triliun, sedangkan ruas jalan tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar dengan panjang 38 Km dan nilai investasi Rp. 9 triliun. PPJT pada kedua ruas ini sebelumnya telah ditandatangani pada tanggal 5 Desember 2016.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa proyek ini mendapatkan penjaminan bersama antara Kementerian Keuangan dan PT PII untuk keamanan dan kenyamanan investasi badan usaha. Proyek ini juga bukti sinergi antara pemangku kepentingan yang terlibat yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR dan Badan Usaha untuk memberikan pelayanan infrastruktur untuk masyarakat.

Menko Perekonomian menyatakan bahwa skema KPBU merupakan alternatif keterlibatan swasta dalam mendukung keterbatasan APBN dalam pebangunan infrastruktur. Sehingga pemerintah dapat lebih focus untuk mengatasi pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah terpencil.

Menko menambahkan bahwa proyek ini merupakan bentuk sinergi Kementerian Keuangan dalam memberikan dana talangan tanah, Kementerian PUPR, Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta PT PII.

Menkeu menambahkan bahwa Nota Kesepahaman antara Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR untuk menjaga komitmen monitoring proyek secara berkesinambungan.

“Penandatanganan ini merupakan bukti bahwa skema KPBU dapat menarik minat swasta untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan pronyek jalan.” Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Direktur Utama PT PII Sinthya Roesly mengatakan bahwa dukungan penjaminan pada proyek jalan tol telah memungkinkan percepatan pembangunan jalan tol mengingat keterlambatan pengadaan lahan serta pengembalian dana pengadaan lahan yang ditalangi oleh Badan Usaha dijamin oleh PT PII.

“Dengan penjaminan pemerintah melalui PT PII, pihak swasta tidak perlu ragu lagi untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia," ujar Sinthya.

Hingga saat ini PT PII telah menandatangani 13 proyek infrastruktur dengan total investasi sekitar Rp. 118 triliun. Sejauh ini telah ditandatangani delapan proyek jalan tol dengan total nilai proyek mencapai Rp. 66 triliun dan panjang keseluruhan 470 km.

Kembali