icon mobile
Home / Berita & Publikasi / Liputan Media

Financial Close Palapa Ring Timur

29 March 2017


Pada 29 Maret 2017 lalu, Bertempat di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, telah dilaksanakan penandatanganan pencapaian Financial Close proyek Palapa Ring Paket Timur yang merupakan rangkaian proyek Palapa Ring terakhir.

Acara tersebut dihadiri oleh pihak Kementerian Kominfo selaku PJPK, PT Palapa Timur Telematika selaku Badan Usaha Pelaksana yang dibentuk oleh konsorsium Moratelindo, IBS dan Smart Telecom dan PT PII selaku Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur (BUPI) dalam memberikan penjaminan pemerintah serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selaku Underwriter, Mandated Lead Arranger dan Bookrunner, sekaligus sebagai Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Penampungan proyek Palapa Ring Paket Timur.

Proyek ini menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat hingga pedalaman Papua dengan total panjang jaringan sekitar ~8450 Km dengan memiliki nilai proyek sebesar Rp 5,1 Triliun. Proyek ini merupakan serangkaian upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan infrastruktur layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional yang melintasi 35 kabupaten/kota di daerah timur Indonesia dan merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur publik khususnya sektor telekomunikasi serta percepatan pelaksanaan Proyek Infrastruktur Strategis/Prioritas Nasional yang tercantum dalam Perpres No. 3 tahun 2016.

Proyek Palapa Ring merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama yang menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau Availability Payment (AP). Skema AP ini diinisiasi oleh Kementerian Keuangan dan dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 260/PMK.08/2016. Sumber dana AP untuk proyek KPBU Palapa Ring berasal dari Dana Kontribusi Universal Service Obligation (USO).

Skema AP merupakan pembayaran secara berkala oleh PJPK kepada badan usaha pelaksana selama masa konsesi atas tersedianya layanan infrastruktur yang sesuai dengan kualitas dan/atau kriteria pelayanan yang ditentukan di dalam Perjanjian Kerjasama. Komponen biaya yang dapat dibayarkan oleh AP adalah biaya modal, biaya operasional, dan keuntungan wajar yang diperoleh badan usaha pelaksana. Dengan skema ini risiko permintaan (demand risk) dari tersedianya layanan infrastruktur akan ditanggung sepenuhnya oleh PJPK. Dengan diambilalihnya risiko tersebut, badan usaha pelaksana akan mendapatkan pengembalian investasi apabila mereka berhasil memenuhi kriteria layanan sebagaimana yang telah diperjanjikan dalam Perjanjian Kerjasama. Adapun kelangsungan pembayaran dari PJPK kepada badan usaha pelaksana dijamin oleh Pemerintah melalui PT PII.

Berdasarkan Perpres No 38 Tahun 2015, terdapat 19 (sembilan belas) sektor infrastruktur ekonomi dan infrastruktur sosial yang dapat dikerjasamakan antara Pemerintah dan Badan Usaha serta dapat diberikan penjaminan, salah satunya adalah sektor telekomunikasi seperti proyek Palapa Ring yang seluruhnya telah diberikan Penjaminan Pemerintah melalui PT PII.

PT PII yang hingga saat ini telah menandatangani perjanjian penjaminan atas 13 proyek infrastruktur dengan total nilai investasi sekitar Rp 119 triliun yang diantaranya adalah proyek Palapa Ring baik paket Barat, Tengah dan terakhir paket Timur guna meningkatkan kepastian pendanaan proyek dari partisipasi swasta dan menjamin kewajiban finansial PJPK atas risiko yang dialokasikan kepadanya sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerjasama. Risiko yang dijamin dalah hal ini adalah risiko kegagalan PJPK dalam melakukan pembayaran AP dan terminasi. Dengan dicapainya Financial Close ini maka proyek Palapa Ring Paket Timur dapat segera melanjutkan pembangunan untuk mencapai target penyelesaian yang telah disepakati.

Melalui Proyek Palapa Ring Paket Timur yang merupakan Paket terakhir setelah Paket Barat dan Tengah, maka Pemerintah akan membantu masyarakat Indonesia dalam pemerataan penyediaan akses broadband di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah non komersial. Hadirnya Palapa Ring juga akan memberikan peluang bisnis baru bagi industri Usaha Kecil Menengah (UKM) di pelosok daerah, meningkatkan pendidikan melalui fasilitas internet dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat kegiatan ekonomi digital.

Kembali