icon mobile
Home / Berita & Publikasi / Berita & Acara

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Proyek Palapa Ring Paket Tengah

04 March 2016


Jakarta, 4 Maret 2016 – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) proyek Palapa Ring Paket Tengah telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Len Telekomunikasi Indonesia. Proyek senilai Rp 1.38 triliun ini merupakan salah satu proyek infrastruktur Strategis Nasional sebagaimana tercantum dalam Perpres No 3 Tahun 2016.

Palapa Ring Paket Tengah tersebut merupakan bagian dari Proyek Palapa Ring yang dibagi dalam 3 (tiga) paket yaitu:

  1. Paket Barat menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau sampai Natuna dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km.
  2. Paket Tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara hingga Kepulauan Sangihe, Talaud dengan total panjang serat optik sekitar 2.700 km.
  3. Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat hingga pedalaman Papua dengan total panjang serat optik sekitar 6.300 km.

Proyek Palapa Ring merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau Availability Payment (AP).  Skema AP diprakarsai oleh Kementerian Keuangan yang sumber dananya berasal dari Dana Kontribusi Universal Service Obligation (USO). 

Menkominfo, Rudiantara, menyatakan bahwa akselerasi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi akan dapat lebih menjangkau dan meningkatkan akses informasi bagi masyarakat Indonesia secara lebih luas. Proyek Palapa Ring menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalin kerjasama dengan badan usaha (investor) dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Berbagai pihak telah ikut mendukung proyek Palapa Ring hingga saat ini, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Keuangan dan PT PII, sehingga proses penyiapan Proyek ini dapat berlangsung relative cepat yaitu secara efektif kurang dari 1 tahun. Proyek ini telah memperoleh dukungan fasilitas pendampingan proses transaksi (Project Development Funding/PDF) dan  Izin Prinsip AP dari Menteri Keuangan.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution, selaku Ketua Komite Percepatan Penyiapan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), menyaksikan acara penandatanganan ini. Proyek Palapa Ring memiliki multiplier effect dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga terpilih menjadi Proyek Prioritas yang mendapatkan dukungan KPPIP dalam Permenko no 12 Tahun 2015. Darmin mengharapkan proyek ini bisa menjadi titik awal kesuksesan pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU, terutama dengan menggunakan skema Availability Payment yang dapat meningkatkan kelayakan proyek dan selama ini belum pernah digunakan dalam proyek infrastruktur yang lain.

Kembali